Untuk mengatasi masalah kinerja lambat pada website, beberapa solusi yang sering disarankan adalah memilih tema yang cepat, mengoptimalkan ukuran gambar, atau mengurangi penggunaan plugin. Sayangnya, metode-metode ini belum tentu menyelesaikan masalah utama. Namun, terdapat cara yang efektif yang dapat Anda coba, yaitu dengan mengurangi waktu respons dari server atau TTFB.

Dengan melakukan ini, Waktu Respons Server atau TTFB (Time to First Byte) akan lebih cepat, sehingga mengurangi latensi jaringan. Jika Anda menggunakan PageSpeed Insight untuk menguji kecepatan website dan menemukan nilai yang rendah, cobalah beberapa metode yang kami jelaskan dalam panduan ini.

Jadi, mari kita mulai! Selain menjelaskan apa itu TTFB dan peranannya, kami juga akan menunjukkan cara mengukur waktu respons website dan cara meningkatkan skor TTFB yang rendah. Selamat membaca!

Apa itu TTFB (Time to First Byte)?

Time to First Byte atau TTFB adalah durasi yang diperlukan dari saat server menerima permintaan pertama hingga pengiriman byte pertama halaman website ke browser pengunjung. Salah satu cara untuk mempercepat respons server adalah dengan memperpendek TTFB ini.

Namun, perlu diingat bahwa TTFB berbeda dari waktu muat halaman website, karena keduanya memiliki patokan waktu yang berbeda.

Ketika pengunjung mengakses sebuah website, TTFB adalah waktu yang diperlukan untuk terhubung ke server dan memulai proses merender halaman. Setelah respons pertama dikirim ke peramban web, konten akan diunduh, dan halaman akan mulai dimuat.

TTFB terdiri dari komponen-komponen utama berikut:

  • Waktu pengalihan (redirect)
  • Waktu boot-up server worker
  • Pencarian (lookup) DNS
  • Negosiasi koneksi dan TLS
  • Waktu permintaan hingga pengiriman byte pertama respons

TTFB yang singkat menunjukkan bahwa sebuah website berjalan dengan cepat dan responsif. Sebaliknya, TTFB yang lama mengindikasikan adanya penundaan yang signifikan dalam mengirim byte pertama ke peramban yang telah mengirim permintaan ke server.

Seberapa Pentingkah TTFB?

Ketika melakukan optimisasi pada website, berfokus pada metrik Core Web Vitals dari Google. Metrik-metrik ini digunakan untuk menilai pengalaman pengguna (User Experience/UX). Anda dapat mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi kecepatan pengunggahan halaman, interaksi pengguna, dan stabilitas visual melalui metrik-metrik ini.

Ada tiga komponen utama yang dinilai dalam Core Web Vitals Google:

  • Largest Contentful Paint (LCP), yang memberikan informasi tentang waktu pengunggahan terbesar
  • First Input Delay (FID), yang menggambarkan interaktivitas website
  • Cumulative Layout Shift (CLS), yang menunjukkan stabilitas visual

Meskipun tidak termasuk dalam tiga poin di atas, Time to First Byte (TTFB) masih terkait dengan LCP. Dengan mempercepat TTFB, Anda dapat mengurangi waktu respons dari server dan akhirnya mengurangi waktu pengunggahan keseluruhan.

Perlu diingat bahwa TTFB hanya mengukur responsivitas website, bukan kecepatan secara keseluruhan. Meskipun begitu, skor respons yang buruk juga dapat menimbulkan masalah serupa.

Ketika server merespons dengan lambat, pengunjung harus menunggu lama sebelum konten website dapat dimuat. Waktu menunggu ini dapat memengaruhi pengalaman pengguna dan meningkatkan tingkat keluar (bounce rate).

Skor Time to First Byte juga dapat mempengaruhi peringkat website di hasil mesin pencari (SERP). Karena kecepatan website merupakan salah satu faktor penentu peringkat di Google, Anda dapat meningkatkan optimisasi SEO website WordPress dengan mengurangi waktu respons server.

Namun, TTFB bukanlah satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan saat mengoptimalkan SEO dan UX.

Ada berbagai cara lain untuk mengoptimalkan website, antara lain:

  • Membuat konten yang ramah mobile
  • Fokus pada fitur aksesibilitas website
  • Meningkatkan desain website secara keseluruhan

Dengan menggabungkan ketiga poin di atas dengan TTFB yang baik, Anda akan meningkatkan kinerja website. Anda dapat mempercepat pengunggahan WordPress, menjangkau pengunjung baru, dan membuat pengunjung betah kembali ke website Anda.

Penyebab Lambatnya TTFB

Karena TTFB memengaruhi FCP dan LCP, sangat penting untuk mengurangi waktu respons server agar skor Core Web Vitals website Anda tetap optimal. Umumnya, Anda sebaiknya menargetkan skor TTFB kurang dari 800 milidetik.

Salah satu penyebab umum dari TTFB yang lambat adalah adanya konten dinamis di dalam website. Kueri PHP dan database memerlukan lebih banyak waktu untuk memproses halaman dinamis yang ukurannya besar daripada halaman statis yang dapat segera mengirimkan konten.

Selain itu, beberapa faktor yang dapat memengaruhi lamanya Time to First Byte meliputi:

  • Kode server yang tidak efisien
  • Kueri database yang lambat
  • Latensi jaringan
  • Tingginya lalu lintas website
  • Keterlambatan dalam respons DNS
  • Kekurangan sumber daya CPU atau memori

Seringkali, sebagian besar masalah yang disebutkan di atas dapat diatasi dengan beralih ke layanan web hosting yang lebih baik. Jika paket hosting Anda kurang optimal, mungkin server Anda tidak terkonfigurasi dengan benar, yang mengakibatkan waktu respons server menjadi lebih lambat.

Cara Mengukur Waktu Respons Server

Setelah memahami apa itu TTFB, sekarang saatnya Anda mencoba mengukur waktu respons website Anda. Di bagian ini, kami memiliki rekomendasi alat terbaik untuk memeriksa kecepatan load website yang dapat Anda gunakan.

1. Google PageSpeed Insight

Salah satu alat yang sangat terkenal dalam mengevaluasi kinerja website adalah Google PageSpeed Insights. Alat ini menggunakan data pengalaman pengguna aktual untuk memberikan laporan Core Web Vitals, serta metrik eksperimental seperti Interaction to Next Paint (INP) dan TTFB.

Cukup masukkan URL website Anda ke dalam kolom yang tersedia di alat ini, lalu klik “Analyze” untuk menguji waktu respons server.

Anda akan melihat Penilaian Core Web Vitals di bagian atas hasil PageSpeed Insights. Bergantung pada kinerja website Anda, kolom ini akan menampilkan status “LULUS” atau “GAGAL”.

Di bagian Time to First Byte (TTFB), Anda dapat melihat waktu respons website dalam detik. Dalam penilaian ini, waktu TTFB sebesar 0,8 detik atau kurang sudah termasuk dalam kategori “baik” (Good).

Jika skor TTFB berada di kisaran antara 0,8 hingga 1,8 detik, maka status yang ditampilkan adalah “Needs Improvement” (perlu perbaikan). Status “Poor” (buruk) menunjukkan waktu respons yang melebihi 1,8 detik.

PageSpeed Insights secara otomatis akan menampilkan Penilaian Core Web Vitals untuk perangkat seluler. Namun, Anda juga memiliki opsi untuk memilih hasil evaluasi untuk perangkat desktop.

Anda akan melihat metrik yang sama dengan skor yang berbeda. Pastikan untuk memeriksa skor TTFB lagi. Jika lingkaran skor ditampilkan dalam warna hijau, itu berarti waktu respons server website WordPress Anda sudah baik dan optimal.

2. GTMetrix

Anda juga dapat menggunakan GTmetrix untuk menguji kecepatan website. Alat ini menganalisis website menggunakan Google Lighthouse dan memberikan rekomendasi terbaik untuk mengoptimalkan kinerja website:

Setelah laporan tersedia, GTmetrix akan menampilkan penilaian kinerja website Anda secara keseluruhan. Di tab “Summary” (ringkasan), lihat diagram “Speed Visualization” (visualisasi kecepatan).

Periksa skor TTFB Anda di sebelah kiri layar. Angka ini menunjukkan penundaan keseluruhan dalam milidetik, dan mencakup total redirect, koneksi, dan durasi backend.

Anda juga dapat melihat informasi ini jika perlu menilai skor Core Web Vitals. Di bawah TTFB, terdapat nilai untuk First Contentful Paint dan Largest Contentful Paint. Anda dapat mencentang kotak di sebelah kanan untuk melihat Fully Loaded Time.

GTmetrix hanya akan menampilkan informasi audit TTFB jika nilainya melebihi 600 milidetik. Anda dapat melihatnya di bagian “Top Issues” jika masalah tersebut muncul.

Pada “Waterfall Chart” (Diagram Air Terjun), Anda dapat melihat informasi yang lebih rinci tentang perilaku pengunggahan website Anda. Arahkan kursor ke permintaan sumber daya tertentu untuk melihat waktu yang diperlukan untuk mengeksekusinya.

Dalam data ini, skor TTFB akan ditampilkan sebagai “Waiting time” (waktu menunggu). Diagram ini dapat membantu Anda menemukan sumber daya yang perlu dioptimalkan untuk mengurangi waktu respons server.

Cara Mengurangi Waktu Respons Server (TTFB) WordPress

Jika Anda merasa skor TTFB pada website Anda masih kurang, ada delapan metode yang dapat Anda coba untuk memperbaikinya. Berikut ini adalah cara untuk mengurangi waktu respons server WordPress Anda.

1. Upgrade Paket Web Hosting

Salah satu langkah yang bisa Anda ambil untuk mengurangi waktu respons server adalah memilih layanan hosting yang cepat. Penyedia hosting dan jenis paket hosting yang Anda pilih dapat berdampak signifikan pada kecepatan dan waktu respons website Anda.

Oleh karena itu, pastikan Anda memilih penyedia hosting dengan performa server terbaik.

Selain itu, disarankan untuk memilih penyedia web hosting yang memiliki server di berbagai lokasi. Jika target audiens Anda adalah global, hindari memilih hosting yang hanya memiliki server di satu wilayah saja. Keberadaan jaringan server yang tersebar akan memastikan pengiriman data yang cepat ke seluruh dunia.

Selain memilih penyedia hosting yang tepat, Anda juga harus memilih paket hosting yang sesuai. Meskipun shared hosting lebih terjangkau, Anda harus berbagi sumber daya server dengan pengguna lain. Hal ini berarti bahwa website Anda mungkin lebih rentan terhadap masalah kinerja dan keamanan.

Anda dapat menghindari masalah ini dengan memilih WordPress hosting atau menggunakan VPS pribadi. Hosting WordPress umumnya lebih cepat dan aman, serta dioptimalkan khusus untuk WordPress. Hasilnya, Anda dapat mengurangi waktu respons server dan meningkatkan kinerja website Anda.

2. Gunakan Cache Plugin

Setelah memilih paket hosting, disarankan untuk mengaktifkan caching pada website Anda. Pada dasarnya, WordPress harus memproses dan menampilkan konten dinamis setiap kali pengunjung mengakses website. Jika hal ini terjadi terus-menerus setiap kali kunjungan, maka kecepatan website dapat terpengaruh.

Cache website bekerja dengan menyimpan salinan data website secara lokal di perangkat pengunjung. Dengan memanfaatkan cache, browser dapat mengambil data dari cache tanpa perlu meminta sumber daya yang sama dari server berulang kali.

Salah satu cara untuk mengurangi waktu respons server menggunakan cache adalah dengan menginstal plugin caching. Alat ini akan secara otomatis mengatur cache pada website Anda. Contohnya: WP Super Cache, Litespeed cache, dll.

3. Gunakan Content Delivery Network (CDN)

Salah satu cara efektif untuk mengurangi TTFB adalah dengan menggunakan Content Delivery Network (CDN). CDN adalah jaringan server yang tersebar di berbagai lokasi di seluruh dunia, yang bertujuan untuk mempercepat pengiriman konten online.

Setelah mengaktifkan CDN, server proxy di berbagai lokasi akan menyimpan salinan konten dari website Anda. Meskipun server utama berada jauh dari lokasi pengunjung, mereka dapat mengakses website Anda melalui data yang tersimpan dalam cache.

Dengan demikian, beban pada server utama dapat berkurang, dan pengiriman konten ke browser pengunjung dapat dilakukan lebih cepat.

Berikut adalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat mencari CDN untuk WordPress:

  • Waktu respons DNS
  • Waktu tiba-balik (Round-trip time/RTT)
  • Waktu menunggu
  • Rasio cache hit
  • Sertifikat SSL
  • Mitigasi DDoS

Salah satu layanan CDN terbaik saat ini adalah Cloudflare. Dengan jaringan global yang luas, Cloudflare dapat mengirimkan konten ke 95% pengunjung di seluruh dunia dalam waktu 50 milidetik.

Cloudflare menggunakan edge computing untuk mentransfer data dengan cepat dan efisien. Teknologi ini adalah yang membantu mempercepat waktu pengunggahan website bagi pengunjung.

4. Kompresi File Website

Coding website yang berat dan belum dioptimasi dapat membuat server memerlukan lebih banyak waktu untuk memproses permintaan HTTP. Anda dapat mengoptimalkan website Anda dengan cara memperkecil (minify) CSS dan menggabungkan JavaScript eksternal di WordPress untuk mempercepat pengunggahan.

Untuk mengompresi file website, Anda dapat menggunakan plugin-plugin seperti WP Rocket, dll. Plugin ini mampu menghilangkan spasi ekstra, karakter baris baru, dan komentar dari file CSS, HTML, dan JavaScript. Alat ini juga dapat mengatasi render-blocking JavaScript dan CSS pada konten.

5. Selalu Update WordPress, Plugin dan Tema

Sebagai pemilik website, sangat penting untuk secara rutin memperbarui WordPress. Para pengembang biasanya merilis versi terbaru untuk meningkatkan kinerja WordPress. Jika Anda tidak memperbarui plugin, tema, atau inti WordPress secara teratur, responsivitas website Anda dapat menurun.

Untuk memeriksa pembaruan terbaru, buka dashboard WordPress dan klik “Updates” (Pembaruan). Di sini, Anda dapat melihat apakah ada versi terbaru yang perlu diinstal.

Anda juga dapat memperbarui plugin dan tema dengan mencentang kotak di samping masing-masing dan mengklik tombol “Update Plugins” (Perbarui Plugin).

Selain itu, penting untuk memeriksa plugin yang sudah terinstal. Hapus plugin yang jarang digunakan, tidak terlalu penting, atau sudah usang.

Mungkin juga ada plugin yang selalu aktif dan berjalan terus-menerus di latar belakang, seperti “Broken Link Checker” yang terus memeriksa tautan yang rusak. Plugin seperti ini dapat memengaruhi waktu respons server.

Untuk mengurangi TTFB, Anda dapat menonaktifkan atau menghapus semua plugin yang tidak diperlukan.

6. Update Versi PHP

WordPress ditulis menggunakan bahasa pemrograman open-source (PHP). Selain mengupdate software inti, tema, dan plugin, penting juga untuk memperbarui versi PHP.

Mengupdate versi PHP secara teratur akan membantu meningkatkan kinerja website Anda, meningkatkan kecepatan dan respons kode, serta mengurangi penggunaan memori.

Selain itu, dengan menggunakan versi PHP terbaru, akan lebih sulit bagi peretas (hacker) untuk mengeksploitasi kesalahan atau bug yang mungkin ada pada versi lama WordPress untuk meretas website Anda.

Sebelum mengupdate versi PHP, selalu disarankan untuk melakukan backup file website terlebih dahulu. Dengan cara ini, Anda dapat mengembalikan website ke versi sebelumnya jika terjadi kesalahan selama proses pembaruan PHP.

Jika Anda merasa ragu untuk mengubah versi PHP sendiri, sangat bijaksana untuk menghubungi tim layanan pelanggan (customer support) dari penyedia hosting Anda untuk meminta bantuan. Mereka akan dengan senang hati membantu Anda dalam melakukan perubahan ini atau memberikan panduan yang lebih detail.

7. Optimalkan Database

Database yang terlalu penuh dapat meningkatkan TTFB website Anda. Oleh karena itu, sangat penting untuk secara rutin mengoptimalkan database WordPress Anda. Anda dapat mempercepat waktu respons dengan menghapus postingan dalam folder sampah, revisi postingan yang tidak diperlukan, dan komentar spam.

WP-Optimize adalah plugin gratis yang dapat membantu Anda mengoptimalkan database Anda. Plugin ini dapat menghapus data berlebih, mengompresi gambar, membuat cache halaman, dan melakukan minify script. Dengan bantuan WP-Optimize, Anda dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan oleh server untuk memproses permintaan server, dan dengan demikian meningkatkan responsivitas website Anda.

Pertama, unduh dan pasang plugin WP-Optimize. Setelah itu, buka tab “Database” untuk memilih berbagai opsi optimasi website yang tersedia.

Untuk membersihkan database, pilih opsi optimasi tabel database, revisi postingan, postingan draf otomatis, dan postingan sampah. Anda juga dapat menghapus spam, komentar yang tidak disetujui, atau komentar sampah. Setelah memilih opsi-opsi yang diinginkan, klik “Run all selected optimizations” (Jalankan semua optimasi yang dipilih).

Anda juga memiliki opsi untuk menjadwalkan waktu optimasi database. Untuk melakukannya, klik tab “Pengaturan” dan gulir ke bawah hingga Anda menemukan “Scheduled clean-up settings” (Pengaturan pembersihan terjadwal).

Centang kotak di samping “Enable scheduled clean-up and optimization” (Aktifkan pembersihan dan optimasi terjadwal). Kemudian, pilih frekuensi optimasi database: harian, mingguan, setiap dua minggu, atau setiap bulan.

Terakhir, pilih layanan pembersihan yang tersedia dan klik “Save settings” (Simpan pengaturan).

8. Kurangi Query Database

Query dalam website berfungsi dengan mengambil data dari database. Query yang panjang atau tidak efisien dapat menghambat kinerja database dan meningkatkan Time to First Byte. Terlalu banyak query juga dapat memperlambat waktu pengunggahan.

Untuk memantau query database, Anda dapat mencoba menginstal alat diagnostik seperti Query Monitor. Plugin gratis ini akan membantu Anda untuk melakukan debug pada query, kesalahan PHP, script, dan stylesheets.

Setelah plugin Query Monitor diaktifkan, klik pada tab numerik baru di bagian atas dashboard untuk membuka Overview (Gambaran). Bagian ini akan menampilkan total waktu yang dibutuhkan untuk memproses query database Anda.

Setelah itu, buka halaman “Query” (Query) untuk mengelola query database dengan lebih rinci. Di samping setiap query, Anda akan melihat waktu yang dibutuhkan untuk memproses query dan plugin yang memengaruhi waktu respons.

Anda dapat menyaring hasilnya dengan menggunakan menu dropdown di bagian atas halaman untuk melihat jenis query, caller, atau komponen. Atau, Anda juga dapat melihat informasi lebih lanjut di tab “Duplicate Queries” (Query Duplikat), “Queries by Caller” (Query berdasarkan Pemanggil), dan “Queries by Component” (Query berdasarkan Komponen).

Semua informasi ini akan membantu Anda mengidentifikasi plugin atau tema yang mungkin menyebabkan masalah. Jika Anda menemukan alat tertentu yang bermasalah, pertimbangkan untuk memperbarui atau menghapusnya. Dengan cara ini, database website Anda akan dioptimalkan, dan Anda dapat mengurangi waktu respons server.

Kesimpulan

Meningkatkan performa website adalah kunci untuk meningkatkan peringkatnya dalam hasil pencarian (SERP) dan menjangkau lebih banyak pengunjung. Dengan mempersingkat Time to First Byte (TTFB), server dapat berkomunikasi dengan browser lebih cepat, mengurangi waktu loading, dan meningkatkan pengalaman pengguna.

Berikut adalah beberapa cara untuk mengurangi waktu respons server WordPress Anda:

  1. Upgrade web hosting Anda.
  2. Pasang plugin caching seperti LiteSpeed Cache.
  3. Gunakan Content Delivery Network (CDN).
  4. Kompresi file website dengan alat minifikasi.
  5. Selalu update software, plugin, dan tema WordPress yang terpasang.
  6. Optimalkan database Anda dengan menggunakan plugin seperti WP-Optimize.
  7. Kurangi query database yang tidak efisien dengan bantuan Query Monitor.

Setelah menerapkan langkah-langkah ini, waktu respons website Anda pasti akan menjadi lebih cepat.

Apa itu TTFB (Time to First Byte)?

Time to First Byte atau TTFB adalah durasi yang diperlukan dari saat server menerima permintaan pertama hingga pengiriman byte pertama halaman website ke browser pengunjung.

About the Author

Dzul Qurnain

Suka nonton Anime, ngoding dan bagi-bagi tips kalau tahu.. Oh iya, suka baca ( tapi yang menarik menurutku aja)...

View All Articles