Apa kamu udah bosen ngelihat webmu yang lambat, jadiin pengunjung pada frustasi?

Disini saya bakalan bagi-bagi tips buat para pengguna wordpress biar webnya tambah cepet!

1. Apa pentingnya Kecepatan Situs Web

Strategi Optimasi Kecepatan

Sebelum mulai, kamu harus paham dulu apa sih pentingnya kecepatan akses web itu?

Kecepatan situs web membantu memberikan pengalaman pengguna yang luar biasa, mengurangi rasio pantulan (Bounce rate), meningkatkan konversi, dan bahkan meningkatkan rangkingmu di mesin pencari.

Pengoptimalan speed bukan hanya kata kunci yang mewah – ini juga merupakan elemen penting dari kesuksesan online.

Korelasi Antara Kecepatan Situs Web dan Pengalaman Pengguna

Bayangkan kamu mengklik sebuah tautan, dan rasanya seperti berabad-abad sebelum halaman akhirnya dimuat. Uh, nyebelin, bukan?

Dalam hal pengalaman pengguna, memastikan bahwa halaman webmu memuat secepat mungkin adalah bagian penting dari setiap strategi online. Dan seperti yang mungkin sudah kamu duga – kecepatan situs web adalah komponen penting dari pengalaman pengguna.

Dengan menempatkan kecepatan situs web di bagian atas prioritasmu, kamu dapat menciptakan pengalaman pengguna yang menarik yang akan membuat pengunjung tetap mengunjungi situsmu. Dan tahu apa artinya itu? Ini berarti Kamu bakal memiliki peluang lebih besar untuk mengonversi dan mencapai tujuan pengoptimalan kecepatan webmu.

Efek Situs Lambat Memuat

Situs yang memuat lambat bisa menjadi penghambat konversi. Situs yang lambat tidak akan berhasil akhir-akhir ini.

Bayangkan: kamu menghabiskan waktu membuat situs web yang menakjubkan, produk atau layananmu tiada duanya, dan siap mengubah pengunjung menjadi pelanggan.

Tetapi jika situsmu membutuhkan waktu lama untuk memuat, calon pelanggan tersebut akan kehilangan minat dan mencari situs lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Jadi, semakin lama situsmu dimuat, semakin besar kemungkinan pengunjung pergi tanpa menjelajah lebih jauh. Dengan bantuan teknik pengoptimalan kecepatan, Kamu dapat mengurangi rasio pentalan, membuat pengunjung tetap betah, dan meningkatkan peluang untuk mengubahnya menjadi pelanggan setia.

Peran Kecepatan Situs Web dalam Peringkat Mesin Pencari

Udah tahu belum? bahwa pengoptimalan kecepatan secara langsung memengaruhi peringkat mesin telusur?

Mesin pencari seperti Google memprioritaskan situs web yang memuat cepat karena mereka memahami pentingnya pengalaman pengguna.

Menurut Google, situs web harus dimuat dalam dua-tiga detik atau kurang.

Saat mesin telusur merayapi atau crawl situsmu, mereka memperhatikan seberapa cepat situs dimuat. Situs yang memuat lambat dapat menghasilkan peringkat yang lebih rendah, karena mesin telusur memprioritaskan situs yang memberikan pengalaman pengguna yang lancar dan cepat.

Dengan berinvestasi dalam pengoptimalan kecepatan, Kamu tidak hanya meningkatkan kepuasan pengguna tetapi juga meningkatkan peluangmu untuk mendapat peringkat lebih tinggi dalam hasil pencarian. Ini bisa kita sebut situasi sama-sama enak.

2. Cara Mempercepat Situs WordPress Dengan Efektif

Udah siap mengubah situs webmu dari kecepatan siput menjadi secepat kilat?

Pengoptimalan kecepatan adalah nama permainannya, dan di bagian ini, kita akan sama-sama melihat bagaimana cara mencapainya dengan mudah. Dari mengoptimalkan gambar dan memanfaatkan plugin caching hingga memilih penyedia hosting yang tepat dan banyak lagi.

Jadi mari kita buka rahasia pengoptimalan kecepatan WordPress!

2.1 Optimisasi Pemilihan Hosting

Memilih Penyedia Hosting yang Tepat

Dalam hal pengoptimalan kecepatan, penyedia hosting memainkan peran penting.

Ini seperti fondasi kinerja situs webmu. Anggap saja sebagai mesin yang menggerakkan situsmu. Sama aja kayak kamu tidak menginginkan mesin yang lamban pada mobil atau motor, Kamu juga tidak ingin penyedia hosting yang lambat membebani situs webmu.

Penyedia hosting yang andal dan berkinerja tinggi dapat memastikan bahwa situsmu dimuat dengan cepat, membuat pengunjung tetap terlibat dan puas.

Tapi apa yang harus dicari ketika memilih penyedia hosting?

Pertama dan terpenting, pertimbangkan waktu respons server. Semakin cepat waktu respons server, semakin cepat situs webmu dimuat.

Faktor lain yang dapat dipertimbangkan adalah keandalan server. Kepingin situs webmu tersedia untuk pengunjung sepanjang waktu tanpa gangguan apa pun. kan?

Penyedia hosting yang andal akan memiliki infrastruktur yang kuat dan beberapa cadangan server untuk memastikan waktu aktif server yang maksimal. Lagi pula, apa gunanya situs web cepat jika sering down?

Terus, penyedia hosting tertentu berspesialisasi dalam pengaturan pengoptimalan khusus seperti kecepatan WordPress. Mereka menawarkan fitur seperti caching sisi server, pembaruan WordPress otomatis, dll.

Dengan membuat pilihan berdasarkan informasi, Kamu bisa memikat pengunjung dengan pengalaman menjelajah cepat yang akan membuat mereka kembali lagi.

Jadi luangkan waktu untuk meneliti dan memilih penyedia hosting yang sesuai dengan sasaran pengoptimalan kecepatan webmu.

Mengevaluasi Pilihan Hosting yang Berbeda

Saat mengevaluasi opsi hosting untuk situsmu, Kamu punya beberapa pilihan untuk dipertimbangkan: hosting bersama (Shared Hosting), Virtual Private Server (VPS), dan dedicated Server.

Mari kita lihat setiap alternatif dengan lebih detail.

  • Shared Hosting: Shared hosting seperti menyewa kamar di apartemen yang penuh sesak. Situs webmu berbagi sumber daya server dengan situs web lain, yang menjadikannya pilihan yang terjangkau bagi mereka yang memulai. Namun, itu juga berarti kamu memiliki kontrol terbatas atas konfigurasi dan kinerja server.
  • Virtual Private Server Hosting: Hosting VPS seperti memiliki apartemenmu sendiri yang luas di gedung bertingkat tinggi. Kamu berbagi server fisik dengan situs web lain. Ini menawarkan lebih banyak skalabilitas dan fleksibilitas dibandingkan dengan shared hosting.
  • Dedicated Hosting: Dedicated hosting seperti memiliki rumah sendiri. Kamu memiliki seluruh server yang didedikasikan hanya untuk situsmu, menawarkan kinerja, kontrol, dan keamanan yang tak tertandingi. Opsi ini ideal untuk situs web dengan lalu lintas tinggi dan yang memiliki persyaratan server khusus.

2.2 Mengakses Kecepatan Situs Web Saat Ini

Sebelum mendalami pengoptimalan kecepatan untuk situs webmu, penting untuk menilai kinerja kecepatannya saat ini. Lagi pula, Kamu juga perlu tahu untuk memulai pengoptimalan.

Alat Pengujian Kecepatan Situs Web

Ada berbagai alat online yang tersedia yang dapat membantu mengevaluasi kecepatan situs web. Salah satu alat yang populer adalah Google PageSpeed Insights.

Cukup masukkan URL situs webmu dan kamu akan mendapatkan analisis terperinci tentang kinerja situs webmu, bersama dengan saran untuk perbaikan. Ini seperti memiliki pelatih kecepatan pribadi untuk situs webmu!

Alat lain yang bermanfaat adalah GTmetrix untuk melacak kinerja situs web Anda.

Metrik Kunci yang perlu diperhatikan

Saat mengevaluasi kecepatan situsmu, perhatikan metrik utama berikut:

  • Page Load Time: Ini mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan situs web untuk memuat sepenuhnya. Waktu muat yang lebih cepat menghasilkan pengalaman pengguna yang lebih baik.
  • First Contentful Paint (FCP): FCP mengacu pada waktu yang diperlukan untuk elemen konten pertama muncul di layar. Ini adalah indikator penting dari kecepatan yang dirasakan dan secara signifikan dapat memengaruhi kepuasan pengguna.
  • Mobile Performancer: Dengan meningkatnya jumlah pengguna seluler, penting untuk menilai kecepatan situs web di perangkat seluler. Alat seperti Tes Mobile Friendly Google dapat membantu Anda mengevaluasi kinerja seluler.
  • Largest Contentful Paint (LCP): LCP mengacu pada waktu yang diperlukan untuk elemen terbesar pada halaman web menjadi terlihat oleh pengguna. Ini membantu menilai kecepatan pemuatan situs web dan merupakan faktor penting dalam menentukan pengalaman pengguna.
  • First Input Delay (FID): FID adalah metrik kinerja yang mengukur daya tanggap halaman web. Ini menghitung waktu yang diperlukan laman web untuk merespons interaksi pengguna pertama, seperti mengeklik tombol atau mengetuk tautan.
  • Cumulative Layout Shift (CLS): CLS mengukur stabilitas visual halaman web selama proses pemuatan. Ini mengevaluasi seberapa banyak tata letak halaman bergeser atau bergerak secara tidak terduga, menyebabkan pengalaman pengguna yang mengganggu.
  • Interaction to Next Paint (INP): INP mengukur waktu yang dibutuhkan halaman web untuk merespons interaksi pengguna setelah konten terbesar terlihat.
  • Time to First Byte (TTFB): TTFB mengukur waktu yang dibutuhkan browser untuk menerima byte data pertama dari server setelah membuat permintaan. Ini mencerminkan daya tanggap server dan efisiensi koneksi jaringan.

Menganalisis Hasilnya

Setelah Kamu mendapatkan hasil tes kecepatan, luangkan waktu untuk menganalisisnya. Cari area yang dapat diperbaiki, seperti mengoptimalkan gambar, memanfaatkan caching, atau mengurangi waktu respons server. Prioritaskan rekomendasi berdasarkan potensi dampaknya terhadap kecepatan situs webmu.

Menurut penelitian Akamai, penundaan satu detik dalam waktu pemuatan halaman dapat mengakibatkan penurunan konversi sebesar 7%? Yup! Pengunjung memiliki harapan yang tinggi dalam hal kecepatan situs web, dan situs web yang memuat lambat dapat menyebabkan hilangnya peluang.

Dengan menilai kecepatan situs webmu secara teratur dan melakukan pengoptimalan kecepatan yang diperlukan, Kamu dapat memberikan pengalaman yang lebih cepat dan lebih menyenangkan bagi pengguna. Ini tidak hanya meningkatkan kepuasan pengguna, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan peringkat mesin telusur, dan seperti yang udah disebutkan sebelumnya, kecepatan situs adalah faktor peringkat yang dipertimbangkan oleh mesin telusur seperti Google.

Jadi, luangkan waktu untuk mengakses kecepatan situs webmu menggunakan alat pengujian yang andal, dan gunakan wawasan yang diperoleh untuk mengoptimalkan dan meningkatkan kinerja situsmu. Pengunjung bakal betah dan Kamu akan berada di jalur menuju kesuksesan pengoptimalan!

2.3 Pandai-pandai memilih Tema dan Plugin WordPress

Pandai memilih tema dan plugin adalah sauce rahasia untuk meningkatkan pengoptimalan kecepatan WordPressmu dan memberikan pengalaman pengguna yang luar biasa.

Mengevaluasi Performa Tema

Dalam hal tema, performa adalah kuncinya!

Memilih tema yang ringan dan memiliki kode yang baik dapat membuat perbedaan besar dalam kecepatan situsmu.

Tapi juga perlu diingat, meski saya sarankan memilih tema yang ringkas dan ringan. Bukan berarti tema-tema yang kompleks tidak bagus, seperti yang disebutkan di poin-poin sebelumnya, tema hanyalah satu dari sekian hal yang mempengaruhi kecepatan wordpress.

Praktik Terbaik untuk Pemilihan Plugin

Plugin seperti pembantu kecil yang menambahkan fungsionalitas ekstra ke situsmu. Tapi jangan gila-gilaan nambahin plugin! Terlalu banyak plugin dapat memperlambat situsmu. Ingat, Kualitas diatas kuantitas!

Sebelum menambahkan plugin, tanyakan pada diri sendiri, apakah benar-benar membutuhkannya?. Carilah plugin yang diperbarui secara berkala dan memiliki peringkat yang bagus dari pengguna.

2.4 Mengoptimalkan Gambar untuk Memuat Lebih Cepat

Saatnya untuk memasukkan gambar-gambar berat itu ke dalam diet dan memuatnya lebih cepat dari sebelumnya!

Gambar memainkan peran penting dalam menarik dan melibatkan pengunjung. Tetapi jika gambar tidak dioptimalkan dengan benar, gambar tersebut dapat memperlambat situs web dan mengganggu pengguna. Di sisi lain, gambar yang dimuat dengan cepat menciptakan pengalaman menjelajah yang mulus.

Teknik Kompresi Gambar dan Mengubah Ukuran Gambar

Kompresi Gambar:

Pikirkan kompresi gambar seperti berkemas dengan meninggalkan barang yang tidak diinginkan. Kompresi gambar mengurangi ukuran file gambar, menjadikannya lebih kecil dalam satuan byte sekaligus menjaga kualitas visualnya. Kompresi gambar diperlukan untuk pengoptimalan kecepatan.

Ada beberapa alat yang tersedia untuk mengompres gambar tanpa mengurangi kualitas. Salah satu alat yang populer adalah TinyPNG. Anda juga dapat mempertimbangkan untuk menggunakan plugin Imagify, yang akan membantu Anda mengoptimalkan gambar dengan mudah.

Mengubah Ukuran Gambar:

Mengubah ukuran gambar seperti menyesuaikan gambar agar pas dengan tata letak situsmu. Ini melibatkan penyesuaian dimensi gambar agar sesuai dengan ruang yang akan ditempati di halaman web. Ukuran terbaik untuk gambar adalah di bawah 200kb. Kamu mungkin juga dapat mempertimbangkan dimensi berikut:

Gambar Panjang Penuh: lebar 800px
Gambar Setengah Panjang: Lebar 300px hingga 400px
Cara termudah untuk memastikan bahwa Kamu mengunggah ukuran yang tepat untuk gambar Anda adalah dengan menggunakan trik sederhana ini. Buka Pengaturan > Media dari dasbor WordPress dan catat ukuran gambar yang digunakan temamu.

Maksimalkan WordPress dengan 10 Strategi Optimasi Kecepatan Terbaik! - image sizes 1

Gunakan Lazy Loading di Situs Web yang Banyak Gambar

Lazy Loading adalah teknik bagus yang membantu meningkatkan kecepatan pemuatan situs web.

Bayangkan Kamu memiliki postingan blog dengan 10-12 gambar beresolusi tinggi. Tanpa lazy loading, semua gambar akan dimuat secara bersamaan, menyebabkan halaman dimuat dengan lambat. Namun, jika mengaktifkan pemuatan lambat, hanya beberapa gambar pertama yang terlihat di layar yang akan dimuat pada awalnya. Saat pengguna scroll ke bawah, gambar yang tersisa akan dimuat secara progresif.

Untuk mengimplementasikan lazy loading, Kamu bisa menggunakan plugin seperti WP Rocket yang mengimplementasikan LazyLoad pada gambar, iframe, dan video.

2.5 Strategi Caching untuk Peningkatan Kinerja

Dalam hal pengoptimalan kecepatan, caching bertindak seperti pahlawan super yang dapat menyelamatkan harimu dan membuat situsmu secepat angin!

Bayangkan saja Kamu klik sebuah situs web dan boom! Memuat dalam sekejap, mengirimkan konten yang di idamkan hampir secara instan. Caching membantu dalam waktu muat yang sangat cepat dan membuat pengunjung senang.

Mari intip beberapa strategi caching yang dapat mengubah situs webmu.

Memahami Berbagai Mekanisme Caching

  • Caching Tingkat Brower: Saat pengunjung membuka situsmu, browser mereka akan menyimpan elemen tertentu seperti gambar, file CSS, dan JavaScript di perangkat mereka. Saat mereka berkunjung lagi, browser mereka dapat mengambil elemen cache ini dalam sekejap, menghemat waktu yang berharga.
  • Caching Sisi Server: Caching sisi server melibatkan penyimpanan halaman web yang dirender sepenuhnya atau konten dinamis dalam cache di server. Jadi, saat pengunjung meminta halaman, server dapat dengan cepat mengambil versi yang di-cache alih-alih merender dari awal.
  • Caching Database: Caching database melibatkan penyimpanan data yang sering diakses dari basis data setiap saat. Server dapat dengan cepat mengambil data yang di-cache, bahkan tidak perlu mengambil dari database sama sekali. Plugin seperti W3 Total Cache atau WP Rocket menangani caching database dengan mulus.
  • Content Delivery Networks (CDN): CDN seperti jaringan server yang tersebar di berbagai lokasi, masing-masing menghosting salinan cache dari konten statis situs web (seperti gambar, CSS). Saat pengunjung mengakses situsmu, CDN menyajikan konten dari server yang terdekat dengan mereka, meminimalkan latensi dan memaksimalkan kecepatan.

Mengimplementasikan Plugin Caching dan Tips Konfigurasi

Plugin caching seperti alat ajaib yang membantu mengoptimalkan situs web dengan membuat versi cache dari halaman web. Dengan menerapkan plugin caching dan menyempurnakan pengaturannya, Kamu dapat meningkatkan kinerja situsmu.

Saat memilih plugin caching, ada beberapa opsi yang tersedia, seperti W3 Total Cache, WP Rocket, dll. Plugin ini menawarkan berbagai fitur dan opsi penyesuaian, memungkinkan Kamu menyesuaikan pengaturan caching dengan kebutuhan spesifik.

Setelah menginstal plugin caching, saatnya untuk mengonfigurasinya untuk kinerja yang optimal. Berikut adalah beberapa tip konfigurasi utama untuk dipertimbangkan:

  • Enable Page Caching: Fitur ini memungkinkan plugin caching untuk membuat versi HTML statis dari halaman web. Saat pengunjung meminta halaman, versi HTML yang di-cache akan disajikan alih-alih memproses konten secara dinamis.
  • Memanfaatkan Caching Browser: Dengan mengaktifkan cache browser, Kamu menginstruksikan browser pengunjung untuk menyimpan sumber daya statis, seperti gambar, file CSS, dan file JavaScript, untuk jangka waktu tertentu. Ini memungkinkan pengunjung yang kembali untuk mengambil sumber daya ini dari cache lokal mereka, mengurangi jumlah permintaan ke servermu.
  • Minify and Combine: Banyak plugin caching menawarkan opsi untuk mengecilkan dan menggabungkan file CSS dan JavaScript. Minifikasi menghapus karakter dan spasi yang tidak perlu dari file-file ini, mengurangi ukurannya. Menggabungkan file berarti menggabungkan beberapa file menjadi satu, mengurangi jumlah permintaan yang dibuat ke server.
  • Terapkan Kompresi GZIP: Mengaktifkan kompresi GZIP di situsmu dapat mengurangi ukuran file halaman web, menjadikannya lebih cepat untuk ditransfer dari server ke browser pengunjung. Ini secara signifikan meningkatkan waktu buka, terutama bagi pengguna dengan koneksi internet yang lebih lambat.
  • Set Cache Expiration: Sangat penting untuk menetapkan waktu kedaluwarsa cache yang sesuai untuk berbagai jenis konten. Sumber daya statis seperti gambar dapat memiliki masa kedaluwarsa yang lebih lama, sedangkan konten dinamis mungkin memerlukan waktu kedaluwarsa yang lebih singkat untuk memastikan pengunjung melihat pembaruan terkini.

Memanfaatkan Content Delivery Networks (CDN) untuk Caching Global

Sekarang mari kita lanjutkan ke CDN yang luar biasa dan lihat bagaimana mereka dapat meningkatkan pengoptimalan kecepatan situsmu ke tingkat lanjutan. Dengan memanfaatkan CDN dan kemampuan caching globalnya, Kamu dapat memastikan bahwa situsmu dimuat dengan cepat untuk pengunjung di seluruh dunia.

2.6 Optimasi dan Minifikasi Kode

Optimalisasi dan minifikasi kode adalah dua teknik ampuh yang dapat secara signifikan meningkatkan pengoptimalan kecepatan situs web. Dengan mengoptimalkan dan meminimalkan kode situs web, Kamu dapat mengurangi ukuran file, meningkatkan waktu muat, dan memberikan pengalaman menjelajah yang lebih lancar bagi pengunjung.

Misalnya, bayangkan memiliki situs web yang menyertakan beberapa file JavaScript dan CSS. File-file ini berisi spasi putih, komentar, dan nama variabel yang panjang, membuatnya berukuran lebih besar.

Tanpa pengoptimalan dan minifikasi kode, file-file ini akan memakan waktu lebih lama untuk diunduh, menyebabkan waktu muat yang lebih lambat bagi pengunjung. Namun, dengan mengoptimalkan dan memperkecil kode, Kamu dapat mengurangi ukuran file sehingga waktu pemuatan menjadi jauh lebih cepat dan meningkatkan pengalaman pengguna.

2.7 Lakukan Pembaruan WordPress

Memperbarui situs web secara teratur sebenarnya dapat berkontribusi pada pengoptimalan kecepatan.

Dengan rutin mengupdate website, sebenarnya dapat berkontribusi untuk optimasi kecepatan. Sekarang mari kita lihat berbagai pembaruan WordPress yang dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan permainan pengoptimalan kecepatan wordpressmu.

Pembaruan Tema dan Plugin

Tema dan plugin sering menerima pembaruan yang mengatasi masalah kinerja dan memperkenalkan teknik pengoptimalan. Dengan tetap mengikuti pembaruan ini dan menerapkannya secara teratur, Kamu bisa saja mendapatkan peningkatan kecepatan terbaru.

Misalnya, bayangin menggunakan plugin formulir kontak di situsmu. Pengembang plugin merilis pembaruan yang menyempurnakan kode, mengurangi dampaknya pada waktu pemuatan halaman. Dengan hanya memperbarui plugin, akan memastikan bahwa formulirmu tidak akan memperlambat situsmu.

2.8 Batasi Revisi Post

Membatasi revisi posting sebenarnya dapat berkontribusi pada pengoptimalan kecepatan untuk situs web WordPress. Mari jelajahi lebih lanjut bagaimana ini dapat meningkatkan kinerja situsmu.

Bagaimana Membatasi Posting Revisi Membantu Optimasi Kecepatan WordPress

Dengan menetapkan batas jumlah revisi posting, Kamu dapat mengurangi pembengkakan yang tidak perlu di database dan meningkatkan kinerja situsmu. Pertimbangkan kebutuhan khusus dan frekuensi revisi di situsmu saat menetapkan batas revisi ini.

Berikut adalah cara-cara untuk melakukannya:

  • Manual: Kamu bisa secara manual mengatur jumlah revisi yang diperbolehkan per posting dengan menambahkan potongan kode sederhana ke file konfigurasi WordPress (wp-config.php). Misalnya, Kamu ingin membatasi revisi menjadi 3 atau 5 saja. Dengan menambahkan kode di bawah ini ke file wp-config.php. Maka revisi postingan akan menjadi 3, seperti yang contoh di bawah ini.
// Tambahkan di atas setelah <?php
define ('WP_POST_REVISIONS', 3);
  • Plugin: Jika Kamu lebih tidak terlalu mengerti cara manual, kamu dapat menggunakan plugin seperti WP Optimize atau Advanced Database Cleaner untuk mengelola revisi postingan dengan mudah. Plugin ini memungkinkanmu untuk menetapkan batasan, menghapus revisi lama, dan mengoptimalkan database hanya dengan beberapa klik.

2.9 Menambahkan Expires Header ke Aset Statis

Menambahkan Expires Header ke aset statis adalah metode yang bagus untuk pengoptimalan kecepatan. Dengan menyetel tanggal kedaluwarsa untuk file statis seperti gambar, CSS, dan JavaScript, Kamu dapat memanfaatkan cache browser dan mengurangi permintaan berulang ke server.

Saat pengguna mengunjungi situs web, browser mereka perlu mengunduh berbagai file untuk merender halaman dengan benar. File-file ini, seperti gambar atau stylesheet, dapat tetap tidak berubah untuk waktu yang lama.

Dengan menyetel Expires Header, servermu menginstruksikan browser untuk menyimpan salinan file ini secara lokal. Saat pengguna mengunjungi kembali situsmu, browser mereka dapat mengambil file dari cache-nya alih-alih memintanya dari server lagi. Ini menghasilkan waktu muat yang lebih cepat dan mengurangi beban server.

2.10 Gunakan Versi PHP Terbaru

Untuk meningkatkan kinerja kecepatan wordpress, pastikan menggunakan versi PHP terbaru.

Katakanlah situsmu menjalankan situs web e-commerce yang menggunakan WordPress dan menggunakan versi PHP lama seperti PHP 7.4. Meskipun mungkin masih berfungsi, kamu juga kehilangan pengoptimalan kecepatan dan peningkatan keamanan yang diperkenalkan di versi PHP yang lebih baru seperti PHP 8 atau lebih tinggi.

Dengan memperbarui ke versi PHP terbaru, hal tersebut memberikan peningkatan kinerja yang signifikan pada situsmu dan memastikan pengalaman belanja online yang lebih aman bagi pelanggan.

Sebenarnya cukup menyedihkan melihat bahwa hanya 1,7% dari semua instalasi WordPress yang menggunakan PHP 8.2, sementara 51,3% lainnya menggunakan PHP 7.4, dan lainnya masih menggunakan versi PHP yang lebih lama.

3. Penutup

Ah, udah capai akhir perjalanan pengoptimalan kecepatan wordpress, saya yakin mengatakan bahwa pengoptimalan kecepatan adalah kunci untuk membuka potensi sebenarnya dari sebuah situs.

Sepanjang panduan ini, kita telah menjelajahi berbagai aspek strategi pengoptimalan kecepatan dan praktik terbaik yang dapat meningkatkan kinerja dan pengalaman pengguna situsmu secara signifikan.

Mungkin itu saja, jika ada yang mau ditambahkan bisa berkomentar dibawah ini ya.

About the Author

Dzul Qurnain

Suka nonton Anime, ngoding dan bagi-bagi tips kalau tahu.. Oh iya, suka baca ( tapi yang menarik menurutku aja)...

View All Articles